Jurnal Teknik Sumber Daya Air
https://jtsda.hathi.id/index.php/jtsda
<p><img src="https://jtsda.hathi.id/public/site/images/admin_jtsda/whatsapp-image-2022-07-05-at-11.51.39.jpg" alt="cover depan JTSDA" width="317" height="450" /></p> <p>Jurnal Teknik Sumber Daya Air (JTSDA) adalah jurnal berbahasa Indonesia yang memuat naskah ilmiah dalam bidang Teknik Sumber Daya Air dengan proses review secara <em>double-blind peer-reviewed</em>. JTSDA terbit 2 (dua) kali dalam setahun, <em>open access</em>, menerima berbagai tipe naskah, baik naskah penelitian (<em>research articles</em>), naskah kasus teknik (<em>technical notes</em>), ataupun naskah ulasan (<em>review articles</em>). Ketiga tipe naskah JTSDA tersebut mencakup aspek konservasi sumber daya air, pendayagunaan sumber daya air, pengendalian daya rusak sumber daya air, sistem informasi sumber daya air, serta kelembagaan sumber daya air. JTSDA diterbitkan oleh Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia (HATHI) dengan No. ISSN 2407-1048 (cetak) dan No. ISSN 2962-8105 (<em>online</em>). </p>Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia (HATHI)en-USJurnal Teknik Sumber Daya Air2407-1048<p><a href="http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/" rel="license"><img src="https://i.creativecommons.org/l/by-sa/4.0/88x31.png" alt="Creative Commons License" /></a><br />This work is licensed under a <a href="http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/" rel="license">Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License</a>.</p>Pengembangan Kerangka Pemantauan Total Suspended Solid di Danau Poso Menggunakan Citra Satelit Sentinel
https://jtsda.hathi.id/index.php/jtsda/article/view/127
<p>Upaya pemantauan salah satu parameter kualitas air, <em>Total Suspended Solid</em> (TSS), sangat diperlukan dalam upaya penyelamatan salah satu danau prioritas nasional sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 60 Tahun 2021, yaitu Danau Poso di Sulawesi Tengah, khususnya terkait dengan potensi permasalahan sedimentasi pada danau tersebut. Namun hambatan dalam kegiatan pemantauan tersebut adalah terkait dengan keterbatasan sumber daya manusia dan dana. Citra satelit menjadi inovasi solusi dari permasalahan tersebut berkaitan dengan keandalan dan ketersediaan data dari segi temporal maupun spasial. Beberapa studi kasus pun telah membuktikan bahwa <em>estimated value</em> TSS hasil citra satelit cukup akurat jika dibandingkan dengan insitu data. Pemantauan TSS menggunakan data citra satelit dapat menjadi solusi dikarenakan keunggulannya dari segi temporal, spasial, <em>tidak berbayar, </em>dan kemudahan dalam akses datanya. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pandangan tentang sebuah kerangka kerja dalam memanfaatkan citra satelit SENTINEL untuk memprediksi nilai TSS pada Danau Poso, Sulawesi Tengah. Adapun beberapa metode kerja yang menjadi bagian dari framework ini adalah studi literatur, kerangka analisis pendugaan TSS dengan bantuan <em>software</em> geospasial SNAP, serta pengambilan dan pengujian data insitu TSS sesuai dengan SNI yang berlaku. Dalam kerangka kerja tersebut, tentunya proses kalibrasi dan validasi akan sangat diperlukan untuk menjamin keakuratan algoritma dalam memprediksi aktual TSS. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi bahan pertimbangan bagi Kementerian PUPR dan <em>stakeholder</em> terkait lainnya dalam penyusunan <em>policy</em> konservasi Danau Poso.</p>Muhammad Bagus Hari Santoso
Copyright (c) 2026 Muhammad Bagus Hari Santoso
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-06-302026-06-3011210.56860/jtsda.v6i1.127Bridging Cultural Beliefs and River Restoration Preferences: A Survey of Water Resource Managers in Bali
https://jtsda.hathi.id/index.php/jtsda/article/view/155
<p>Water, considered as a sacred element in Balinese culture, is deeply connected to the island's spiritual and communal existence. Despite the traditional beliefs of Tri Hita Kirana and Sad Kertih, which emphasize harmony and conservation, the management of Bali's water resources has become increasingly complex due to current issues including pollution. This study addresses connection between the cultural beliefs of Balinese water resource managers and their approaches for addressing current water management challenges, specifically their preference towards river restoration strategies. This study used a quantitative approach to collect data from water resource managers in the Bali Penida River Basin using an online questionnaire via Google Forms. The questionnaire was developed based on two established frameworks to comprehensively explore perceptions of water values, local wisdom, water resources management issues, and the socio-ecological impacts of various river restoration scenarios. The findings show that the perceptions of water of major water resources managers (65%) are influenced by personal experience and cultural heritage, which extend beyond local wisdom alone. Respondents showed a pronounced preference towards combination designs (75% satisfaction) that combine natural components with functional and recreational facilities when considering restoration scenarios. These findings provide policymakers with a practical framework for designing river restoration projects that ensure higher institutional and public compliance by transforming Tri Hita Karana into tangible socio-ecological infrastructure. To achieve sustainable water governance, future river basin regulations must require stakeholder-backed hybrid models rather than isolated ecological restrictions.</p>Nur Aini Iswati HasanahGunawan SuntoroAsep YusufBima Anjasmoro
Copyright (c) 2026 Nur Aini Iswati Hasanah, Gunawan Suntoro, Asep Yusuf, Bima Anjasmoro, Mahendra
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-06-302026-06-30132810.56860/jtsda.v6i1.155Hubungan Spasial Parameter Geologi Bawah Permukaan dan Kualitas Air Tanah untuk Memahami Intrusi Air Laut di Cekungan Semarang
https://jtsda.hathi.id/index.php/jtsda/article/view/130
<p>Seawater intrusion is one of the most significant forms of groundwater quality degradation in coastal areas, particularly in rapidly urbanizing cities such as Semarang. The increasing demand for clean water driven by population growth and industrial activities in coastal zones has resulted in excessive pressure on aquifers, ultimately allowing seawater to infiltrate the groundwater system. The Semarang Basin, as a zone of high-porosity sediment accumulation, is especially vulnerable to this phenomenon due to its lithological characteristics and the presence of active geological structures. This study aims to understand the spatial relationship between subsurface geological parameters and groundwater quality in the context of seawater intrusion. A descriptive and spatial approach was employed using secondary data, including geological maps, gravity anomalies, salinity maps from 2016 and 2022, and historical chloride concentration trends from 1992 to 2011. Analysis was conducted using ArcGIS software to identify correlations between fault structures, lithology types, and the distribution of saline water zones. The results indicate that seawater intrusion has developed along the direction of active fault structures and permeable lithologies within the basin, with an expansion of high-salinity zones (>1000 mg/L) from northern to central Semarang over a six-year period. Historical trends in rising chloride levels further support the indication that the intrusion process is occurring progressively. These findings highlight the urgent need for continuous groundwater quality monitoring and the protection of aquifer recharge zones as key mitigation strategies against the spread of seawater intrusion in densely populated coastal areas.</p>Marsya Nindia NindiaAthira Farah Fathania HanumLies Tsiqoyati Rohmah
Copyright (c) 2026 Marsya Nindia Nindia, Athira Farah Fathania Hanum, Lies Tsiqoyati Rohmah
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-06-302026-06-30294010.56860/jtsda.v6i1.130Simulasi Aliran Debris Di DAS Putih Gunung Merapi dengan Menggunakan Software RAMMS Debris Flow
https://jtsda.hathi.id/index.php/jtsda/article/view/156
<p>Gunung Merapi merupakan salah satu gunung berapi paling aktif di Indonesia yang menyisakan material vulkanik dalam jumlah besar pasca erupsi, sehingga berpotensi memicu aliran bahan rombakan (<em>debris flow</em>) pada sungai-sungai berhulu di kawasan Merapi, salah satunya Sungai Putih. Penelitian ini bertujuan memodelkan aliran debris di Daerah Aliran Sungai Putih menggunakan perangkat lunak RAMMS <em>Debris Flow </em>untuk mengidentifikasikan karakteristik aliran dan wilayah yang berpotensi terdampak. Kebaruan penelitian ini terletak pada penggunaan debit banjir lahar kala ulang 100 tahun sebagai input simulasi RAMMS serta analisis sensitivitas dua skenario parameter koefisien gesek basal (<em>μ</em>). Berdasarkan analisis hidrologi, diperoleh curah hujan rencana kala ulang 100 tahun sebesar 128 mm, koefisien limpasan rata-rata sebesar 0,16, debit banjir rencana sebesar 41,05 m³/s, dan debit banjir lahar sebesar 65,68 m³/s. Hasil simulasi menunjukkan panjang aliran debris mencapai 3,98 km pada skenario pertama dan 5 km pada skenario kedua. Kecepatan maksimum aliran tercatat sebesar 4,55-4,68 m/s, ketinggian aliran maksimum sebesar 2,80-2,85 m, dan tekanan maksimum sebesar 47,74-50,55 kPa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penurunan nilai koefisien gesek basal meningkatkan kecepatan, tekanan, dan panjang aliran debris. Secara spasial, zona bahaya tinggi berada pada segmen hulu Sungai Putih dengan lereng curam, sedangkan pada kedua skenario aliran debris belum mencapai sabodam maupun kawasan permukiman. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam evaluasi zona bahaya dan mitigasi bencana sedimen di DAS Putih. </p>Silfia Dwi PutriAnggi HermawanArdian AlfiantoJati IswardoyoFery Moun HepyAndi Arwik
Copyright (c) 2026 Silfia Dwi Putri, Anggi Hermawan, Ardian Alfianto, Jati Iswardoyo, Fery Moun Hepy, Andi Arwik, Mahendra
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-06-302026-06-30415210.56860/jtsda.v6i1.156Analisis Karakteristik Akuifer dan Kapasitas Debit Aman Sumur Irigasi Air Tanah Berdasarkan Metode Pumping Test di Kabupaten Bantaeng
https://jtsda.hathi.id/index.php/jtsda/article/view/128
<p>Air tanah merupakan air yang berada pada wilayah jenuh yang tergolong dalam sumber daya air diperbarui dengan waktu tertentu. Dalam memenuhi kebutuhan air tanah khususnya untuk keperluan irigasi di Kabupaten Bantaeng, diperlukan identifikasi terhadap kondisi air tanah serta kondisi sumur. Kondisi air tanah dapat diidentifikasi dengan metode <em>pumping test</em> untuk mengukur parameter akuifer seperti konduktivitas hidraulik, transmisivitas, dan storativitas. Pada penelitian ini metode pumping test yang digunakan adalah dengan pemompaan bertahap (<em>step draw down test</em>), pemompaan debit konstan (<em>long term constant rate test</em>) dan uji kambuh (<em>recovery test</em>). Kondisi sumur dievaluasi dengan menggunakan metode Hanstush Bierscheunk yang menjadi populer karena kemampuannya untuk memperhitungkan efek dari kebocoran (<em>leakage</em>) yang terjadi pada akuifer semi-konfined, di mana air bisa mengalir dari atau ke lapisan penutup atau lapisan bawahnya. Kemudian untuk kapasitas debit air tanah optimum, dianalisis dengan metode Siechart. Hasil uji karakteristik sumur pada lokasi penelitian menunjukkan klasifikasi nilai Factor Development (FD) berkisar antara – 0,014 s/d 0,451 dengan kategori baik hingga sangat baik, sedangkan hasil analisis Well Loss menunjukkan adanya penyumbatan pada beberapa sumur sehingga perlu dilakukan penanganan berupa pencucian sumur. Kemudian hasil uji akuifer serta hasil korelasi litologi menunjukkan nilai transmisivitas berkisar antara 44,68-822 m2/hari, storativitas 3,7 x 10-3, specific capacity 0,74 – 2,04 L/det/meter dengan potensi debit air tanah pada daerah penelitian berkisar antara 1,767 – 4,232 m3/hari. </p>Ardhi NurhakimAditya Dwijaksana SyarifAfbiantir M ParandangiFausiah LatifIntan Madya Ratna
Copyright (c) 2026 Ardhi Nurhakim, Aditya Dwijaksana Syarif, Afbiantir M Parandangi, Fausiah Latif, Intan Madya Ratna
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-06-302026-06-30536610.56860/jtsda.v6i1.128Analisis Daya Rusak Aliran Permukaan Berbasis Hidrologi Forensik pada Banjir Bandang Sub DAS Way Kuripan, Lampung
https://jtsda.hathi.id/index.php/jtsda/article/view/135
<p>Flash floods are one of the most destructive forms of water destructiveness, but have not been studied quantitatively at the sub-watershed level in Indonesia. This study aims to assess the mechanism of surface flow destructive power through a forensic hydrology approach in a flash flood event in Way Kuripan Subwatershed, Lampung, which occurred in January 2024. This research combines hydrological simulation using SCS-CN and HEC-HMS methods with spatial analysis and field measurements in an integrated manner. Data on rainfall, topography, land use, and documentation of infrastructure damage were used to calculate damage parameters such as stream power and shear stress spatially. The simulation results showed that the peak discharge reached 132.5 m³/s due to extreme rainfall of 128 mm/day, while the highest stream power values exceeded 400 W/m² in steep, narrow, and low hydraulic radius channel segments. Spatial overlays between the damaging power map and field damage points showed a high match, confirming the validity of the forensic approach used in this study. The findings show that a combination of quantitative and visual spatial approaches can provide a comprehensive picture of the causation of water disasters. The forensic hydrology approach can be a powerful tool in reconstructing catastrophic events, understanding the destructive characteristics of surface flows, and supporting flood risk mitigation efforts.</p>Muhammad Hakiem Sedo PutraM. Ridho Ulya
Copyright (c) 2026 Muhammad Hakiem Sedo Putra, M. Ridho Ulya
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-06-302026-06-30677810.56860/jtsda.v6i1.135Interaksi Air Tanah dan Air Permukaan Waduk di Bendungan Situ Gintung
https://jtsda.hathi.id/index.php/jtsda/article/view/121
<p class="AbstrakIsi"><span lang="EN-US">Studi ini menginvestigasi interaksi antara air tanah dan air permukaan di sekitar Bendungan Situ Gintung dengan menggunakan pemodelan arah aliran air tanah. Tujuan utama penelitian adalah untuk menentukan apakah aliran air tanah mengisi ke bendungan (<em>gaining</em>) atau apakah air permukaan bendungan mengisi air tanah di sekitar penduduk (<em>losing</em>). Metode penelitian melibatkan pengambilan data kedalaman muka air tanah (MAT) di beberapa sumur sekitar, data parameter fisik air tanah dan air permukaan/air genangan, dan pemantauan muka air bendungan selama beberapa hari. Pola aliran air tanah menunjukkan bahwa di bagian hulu bendungan, aliran air tanah bergerak dari luar bendungan ke dalam bendungan karena adanya hidraulik <em>head</em> air tanah yang lebih tinggi dari muka air bendungan. Sementara di bagian hilir bendungan, aliran air bergerak dari bendungan ke air tanah sekitar karena adanya perbedaan <em>head</em> antara muka air tanah dan air bendungan Kondisi ini berdampak pada kualitas dan kuantitas air genangan waduk, terutama di bagian hilir, di mana air tanah penduduk sangat dipengaruhi oleh fluktuasi dan kualitas air waduk. Temuan ini memberikan pemahaman mendalam mengenai interaksi kualitas air antara air tanah dan bendungan, yang menunjukkan bahwa kualitas air tanah di hulu dapat mempengaruhi kualitas air bendungan, sedangkan kualitas air bendungan berpotensi mempengaruhi air tanah di hilir. Penelitian ini merekomendasikan pemantauan dan pengelolaan kualitas air secara cermat, dengan perhatian khusus pada pengendalian kualitas air tanah di hulu untuk menghindari pencemaran bendungan, dan menjaga kualitas air bendungan untuk melindungi air tanah di hilir.</span></p>Isyraq ZakirDelvianus KaesmetanYudi Khardiman
Copyright (c) 2026 Isyraq Zakir, Delvianus Kaesmetan, Yudi Khardiman
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-06-302026-06-30799010.56860/jtsda.v6i1.121Analisis Pengendalian Banjir melalui Pembangunan Kolam Retensi di Sungai Cijambe Kabupaten Bekasi
https://jtsda.hathi.id/index.php/jtsda/article/view/126
<p>Banjir tahunan Sungai Cijambe terjadi akibat perubahan tata guna lahan yang didominasi oleh pemukiman, dan kawasan niaga. Perkembangan kawasan perkotaan yang terus meningkat berkorelasi negatif terhadap kemampuan infiltrasi air hujan DAS Cijambe. Kehilangan air limpasan hujan yang ditinjau berdasarkan parameter <em>Curve Number</em> (CN) menunjukkan terjadi peningkatan sejak tahun 2009 hingga 2021, dari 77.68, menjadi 81.72. Limpasan air hujan yang semakin besar tidak diimbangi dengan kapasitas sungai yang cenderung semakin mengecil. Salah satu titik lokasi penyebab banjir di Sungai Cijambe adalah interseksi sungai dan jalan Tol Jakarta-Cikampek Km-19. Penyempitan penampang sungai dan peningkatan debit banjir pada gorong-gorong jembatan (2 buah ukuran 5,0 x 4,5 m) menyebabkan terjadinya efek <em>bottleneck</em> di lokasi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk analisis kebutuhan kolam retensi, dengan acuan debit banjir Q<sub>25 </sub>dapat mengalir tanpa hambatan pada lokasi yang ditinjau. Analisis pengendalian banjir dengan pemodelan hidraulik yang kemudian dikomparasikan dengan kondisi eksisting. Hasil pemodelan hidrologi dan hidraulik berdasarkan usulan penanganan menunjukkan perlu dibangun 5 buah kolam retensi yang tersebar di hulu interseksi (2 di Kota Bekasi dan 3 di Kabupaten Bekasi) dengan total volume tampungan sebesar 421,541 m<sup>3</sup>. Hidrograf banjir menunjukkan debit rencana Q<sub>25 </sub>semula sebesar 129,98 m<sup>3</sup>/s kemudian tereduksi sebesar 34.61% menjadi 85.42 m<sup>3</sup>/s. Hasil pemodelan hidraulik menunjukkan dengan penurunan debit banjir Q<sub>25</sub>, elevasi Muka Air Banjir (MAB) sudah dapat melalui gorong-gorong tanpa ada hambatan. Melalui hasil analisis disimpulkan, pengendalian banjir di Sungai Cijambe dapat ditingkatkan melalui pembangunan kolam retensi melalui pengelolaan debit banjir sub-DAS Cijambe selama periode banjir puncak.</p>Geri Ramdhan DazaliAlif Lamra Amal Putra
Copyright (c) 2026 Geri Ramdhan Dazali, Alif lamra amal putra
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-06-302026-06-309110410.56860/jtsda.v6i1.126Analisis Pengaruh Perubahan Tutupan Lahan Terhadap Fluktuasi Debit Puncak Banjir Menggunakan Model HEC-HMS di DAS Juana
https://jtsda.hathi.id/index.php/jtsda/article/view/178
<p>Deforestasi dan ekspansi kawasan pemukiman secara masif merupakan pemicu utama dalam kerusakan sistem hidrologi di suatu Daerah Aliran Sungai (DAS). DAS Juana yang terletak di kawasan Pegunungan Kendeng dan Gunung Muria tidak luput dari tren degradasi lingkungan ini. Dinamika perubahan tutupan lahan di wilayah tersebut telah memicu pergeseran karakteristik fisik yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak dari perubahan tutupan lahan terhadap fluktuasi debit puncak banjir di DAS Juana. Kajian mengenai perubahan tutupan lahan di DAS Juana mencakup tiga periode pengamatan, yaitu tahun 1990, 2011, dan 2024. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis spasial-temporal jangka panjang selama lebih dari tiga dekade (35 tahun). Analisis ini dilakukan dengan bantuan <em>software</em> ArcGIS dalam mengolah data DEM untuk memperoleh parameter topografi dan morfometri subDAS, serta memproses citra satelit dan memetakan sebaran tutupan lahan. Selanjutnya, parameter subDAS tersebut digunakan sebagai data <em>input</em> dalam pemodelan banjir menggunakan HEC-HMS. Hasil analisis tutupan lahan pada tahun 1990, 2011, dan 2024 menunjukkan bahwa telah terjadi penurunan luas hutan secara signifikan yang berturut-turut sebesar 24%, 16%, dan 9% dan diikuti dengan peningkatan area kawasan pemukiman sebesar 6%, 13%, dan 21%. Alih fungsi lahan tersebut selaras dengan peningkatan debit puncak banjir di DAS Juana yang semakin meningkat pada tahun 1990, 2011, dan 2024, yaitu sebesar 303,9 m<sup>3</sup>/dt, 504,5 m<sup>3</sup>/dt, dan 649,6 m<sup>3</sup>/dt. Hal ini membuktikan bahwa alih fungsi lahan yang tidak terkendali di DAS Juana secara linear telah menyebabkan peningkatan debit puncak banjir secara signifikan.</p>Rahimatus Sakinah Zaim AlyaminyEvi Angraheni
Copyright (c) 2026 Rahimatus Sakinah Zaim Alyaminy
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-06-302026-06-3010511810.56860/jtsda.v6i1.178