Interaksi Air Tanah dan Air Permukaan Waduk di Bendungan Situ Gintung
Main Article Content
Abstract
Studi ini menginvestigasi interaksi antara air tanah dan air permukaan di sekitar Bendungan Situ Gintung dengan menggunakan pemodelan arah aliran air tanah. Tujuan utama penelitian adalah untuk menentukan apakah aliran air tanah mengisi ke bendungan (gaining) atau apakah air permukaan bendungan mengisi air tanah di sekitar penduduk (losing). Metode penelitian melibatkan pengambilan data kedalaman muka air tanah (MAT) di beberapa sumur sekitar, data parameter fisik air tanah dan air permukaan/air genangan, dan pemantauan muka air bendungan selama beberapa hari. Pola aliran air tanah menunjukkan bahwa di bagian hulu bendungan, aliran air tanah bergerak dari luar bendungan ke dalam bendungan karena adanya hidraulik head air tanah yang lebih tinggi dari muka air bendungan. Sementara di bagian hilir bendungan, aliran air bergerak dari bendungan ke air tanah sekitar karena adanya perbedaan head antara muka air tanah dan air bendungan Kondisi ini berdampak pada kualitas dan kuantitas air genangan waduk, terutama di bagian hilir, di mana air tanah penduduk sangat dipengaruhi oleh fluktuasi dan kualitas air waduk. Temuan ini memberikan pemahaman mendalam mengenai interaksi kualitas air antara air tanah dan bendungan, yang menunjukkan bahwa kualitas air tanah di hulu dapat mempengaruhi kualitas air bendungan, sedangkan kualitas air bendungan berpotensi mempengaruhi air tanah di hilir. Penelitian ini merekomendasikan pemantauan dan pengelolaan kualitas air secara cermat, dengan perhatian khusus pada pengendalian kualitas air tanah di hulu untuk menghindari pencemaran bendungan, dan menjaga kualitas air bendungan untuk melindungi air tanah di hilir.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Bahri, S. Ramadhan, F., & Reihannisa, I., 2015. Kualitas perairan Situ Gintung, Tangerang Selatan. Biogenesis, 3(1), 16-22. https://doi.org/10.24252/bio.v3i1.561
Faturrakhman, M.L., dan Agustin, F., 2017. Endapan Kipas Aluvium Bukitlawang, Sumatra Utara Hasil Interpretasi Citra DEM IFSAR dan Landsat ETM7. Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral,18(1):33-34.
Freeze, R. A., & Cherry, J. A., 1979. Groundwater. Prentice Hall.
Harsoyo, B., 2010. Analisis faktor penyebab jebolnya tanggul Situ Gintung. JAI, 6(1), 43- 51. https://doi.org/10.29122/jai.v6i1.2453
Sophocleous, M. (2002). Interactions between groundwater and surface water: The state of the science. Hydrogeology Journal, 10, 52–67. https://doi.org/10.1007/s10040-001-0170-8
Todd, D. K., & Mays, L. W., 2005. Groundwater Hydrology (3rd ed.). John Wiley & Sons.
Wahyuni, K. A. D., Suyarto, R., & Kusmiyarti, T. B. (2019). Aplikasi Sistem Informasi Geografi untuk Kajian Fluktuasi Muka Air Tanah dan Karakteristik Akuifer di Kecamatan Denpasar Selatan Kota Denpasar. Jurnal Agroekoteknologi Tropika, 8(2), 242–251.
Winter, T. C., Harvey, J. W., Franke, O. L., & Alley, W. M. (1998). Ground Water and Surface Water: A Single Resource. U.S. Geological Survey Circular 1139. https://doi.org/10.3133/cir1139
Woessner, W. W. (2000). Stream and fluvial plain ground water interactions: Rescaling hydrogeologic thought. Groundwater, 38(3), 423–429. https://doi.org/10.1111/j.1745-6584.2000.tb00228.x
Yuniar, F. R., Siswoyo, H., & Irawan, D. E. (2022). Identifikasi Pola Aliran Air Tanah di Wilayah Sekitar Aliran Sungai Jilu. Jurnal Sains Dan Edukasi Sains, 5(1), 1–8. https://doi.org/10.24246/juses.v5i1p1-8