Integrasi Konservasi SDA dengan Infrastruktur Pengendali Banjir Perkotaan: Studi Kasus Pembangunan Underpass Simpang Joglo, Surakarta
Main Article Content
Abstract
tantangan baru dalam pengelolaan banjir akibat perubahan tata guna lahan dan sistem drainase. Analisis hidrolik menggunakan HEC-RAS dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas jaringan drainase eksisting dan merumuskan alternatif solusi. Tiga skenario simulasi diuji: kondisi eksisting, pemisahan aliran setelah pembuatan talang, dan pemisahan aliran dengan penambahan kolam retensi dan pompa. Hasil studi menunjukkan bahwa skenario ketiga merupakan yang paling efektif, dengan rata-rata penurunan muka air sebesar 0,25 m dan tinggi jagaan (freeboard) sebesar 33 cm. Temuan ini menegaskan bahwa kolam retensi berperan signifikan tidak hanya dalam menyimpan sementara limpasan yang terjadi ketika hujan tetapi juga dalam mendukung infiltrasi untuk mengembalikan air ke tanah dan menjaga kualitas air banjir. Selain perbaikan teknis, pengendalian banjir berkelanjutan di wilayah perkotaan memerlukan integrasi perencanaan tata ruang, konservasi sumber daya air, dan partisipasi masyarakat. Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan ketahanan infrastruktur sekaligus meminimalkan risiko banjir di masa mendatang.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.