Erosi Lahan Sub DAS Mongiilo dan Prediksi Sedimentasi Waduk Bulango Ulu

Main Article Content

Zuhriyah Raihanah Usu
Rawiyah Husnan
Barry Yusuf Labdul

Abstract

Sub DAS Mongiilo sebagai daerah tangkapan air hujan untuk Waduk Bulango Ulu rentan terhadap permasalahan erosi dan sedimentasi. Erosi yang larut dalam sungai akan mengendap menjadi sedimen kemudian terbawa hingga ke waduk. Endapan sedimen pada waduk yang melampaui batas kapasitas akan menyebabkan volume efektif waduk berkurang dan membuat kerusakan sumber air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju erosi, tingkat bahaya erosi dan tingkat kekritisan lahan pada Sub DAS Mongiilo serta laju sedimentasi menuju Waduk Bulango Ulu. Data sekunder yang digunakan berupa data curah hujan (R), peta jenis tanah (K), peta kemiringan lereng (LS) dan peta pengelolaan tanaman dan konservasi tanah (CP). Pada penelitian ini perhitungan erosi dilakukan dengan metode USLE dan MUSLE dengan bantuan perangkat ArcGIS 10.4 serta perhitungan SDR untuk mengetahui laju sedimentasi ke waduk.  Dari hasil penelitian, pada metode USLE besar laju erosi sebesar 4.325/766,83 ton/tahun dan nilai SDR sebesar 0,1574 dengan laju sedimentasi sebesar 680.898,22 ton/tahun. Untuk metode MUSLE didapatkan laju erosi sama dengan laju sedimentasi sebesar 6.574.766,83 ton/tahun. Sehingga berdasarkan hasil analisis, tingkat bahaya erosi pada Sub DAS Mongiilo adalah Sedang dengan kondisi lahan Semi Kritis.  

Article Details

How to Cite
Usu, Z. R., Rawiyah Husnan, & Labdul, B. Y. (2025). Erosi Lahan Sub DAS Mongiilo dan Prediksi Sedimentasi Waduk Bulango Ulu. Jurnal Teknik Sumber Daya Air, 5(1), 25–36. https://doi.org/10.56860/jtsda.v5i2.82
Section
Articles
Author Biographies

Rawiyah Husnan, Universitas Negeri Gorontalo

Dosen Jurusan Teknik Sipil Universitas Negeri Gorontalo

Barry Yusuf Labdul, Universitas Negeri Gorontalo

Dosen Jurusan Teknik Sipil Universitas Negeri Gorontalo

References

Aji Saputra, K. D., & Abdurrosyid, J. (2022). Perbandingan antara metode usle dan musle dalam analisis erosi lahan pada daerah tangkapan air waduk cengklik. Dinamika Teknik Sipil: Majalah Ilmiah Teknik Sipil, 15(1), 54–61.

https://doi.org/10.23917/dts.v1i1.18531

Arsyad, S. (2010). Konservasi Tanah dan Air (Kedua). IPB Pres.

Asdak, C. (2022). Hidrologi dan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. UGM Press.

Hadisusanto, N. (2010). Aplikasi Hidrologi (H. Istianto (ed.); 1st ed.). Jogja Mediautama.

Krisnayanti, D. S. (2018). Estimation of Erosion and Sedimentation Using USLE and MUSLE Methods in the Noel - Puames River Basin. Jurnal Teknik Sipil, VII(2), 12.

Natalia, A. C., Hambali, R., & Sabri, F. (2022). Analisis Erosi Pada Daerah Aliran Sungai Baturusa. Jurnal Teknik Sumber Daya Air, 2(1), 13–24. https://doi.org/10.56860/jtsda.v2i1.26

Putri, D. A., Sholichin, M., & Sisinggih, D. (2022). Studi Pendugaan Erosi dan Sedimentasi Menggunakan Metode USLE dan MUSLE di Waduk Krisak Kabupaten Wonogiri. Jurnal Teknologi Dan Rekayasa Sumber Daya Air, 3(1), 124–136. https://doi.org/10.21776/ub.jtresda.2023.003.01.12

Utomo, W. H. (1994). Erosi dan Konservasi Tanah (1st ed.). IKIP Malang.